Selasa, 24 September 2013

Puisi: Bola Raksasa



Bola Raksasa
Oleh: Muhammad Hasir


Bola raksasa tampak meraja
Muncul perkasa di pucuk sana
menghantarkan panas yang luar biasa

Seketika otakku mendidih dibuatnya
Terkena sebiji percikan baranya
Pantulannya menyebar luas
Memenuhi atmosfer udara

Deretan awan tunduk padanya
Burung-burung berkeliaran
Mendukung tahtanya

Bola raksasa penguasa jagad raya
Jadilah raja di belahan dunia
Sirami jiwa-jiwa yang kaku
Dalam panas hawa ragamu

Agar manusia serakah itu tahu
Betapa berat hukumannya
Betapa menyengat panasnya
Ketika hutan tinggal tandus
Ozon menipis dan bolong

Tunjukkan pada mereka
Kau adalah bola raksasa
Yang berkuasa pada alam semesta

Sabtu, 14 September 2013

Puisi: Kertas dan Pena

Kertas dan Pena
Muhammad Hasir


Jika aku pena
Kuingin kau jadi kertasnya
Tempat ku berlabuh
Bersama keluh kesahku
Bersama canda tawaku
Bersama sepi kenanganku
Kertas...
Kuingin kau selalu bersamaku
Mecurahkan cinta setiap detik
Menggenggam semua kenanganku
Saat ragaku mati
Ketika jiwaku pergi
Dan pena ini telah tiada
Kertas...
Ku tulis ribuan
Jutaan
Bahkan miliaran rasa cinta
Hanya untukmu

Kamis, 12 September 2013

Puisi: Kembalikan Dwi Warnaku


Kembalikan Dwi Warnaku
Oleh Muhammad Hasir


Pagi kembali menyapa
Dengan suara elok pipit beterbangan
Mengantarkan jejak kecil
Menemuimu, bergurau bersamamu

Kurindu sosok gagahmu
Pijakan yang tegar dan kharismatik
Kuat dalam terpaan sang bayu
Takkan goyah diburu waktu

Dwi Warna, setialah menemaniku
Jangan ubah dirimu palsu
Tetaplah jaga keangkuhanmu
Kau adalah semangatku, kau inspirasiku
Ajari aku untuk bisa sepertimu

Sabtu, 07 September 2013

Puisi: Nyanyian Untuk Sahabat



Nyanyian Untuk Sahabat
Oleh Muhammad Hasir

Sempat terlintas melaju dalam pikiran
Berbagai macam warna pelangi di langit temaram
Tak hanya gulita yang yang enggan meredam
Dalam dinginnya selimut malam
 Terkubur dalam sepi yang mencekam
Bersama rinai kesepian yang tak kunjung padam

Dalam malam, satu persatu wajah manismu hadir
Mengusir gundah dalam rangkaian kata yang terukir
Kebekuan pun mencair
Meresap ke dalam ucapan yang hadir

Sahabat,
Di moment spesialku ini, kau beri aku kado istimewa
Bukan birthday cake yang yang ada lilin diatasnya
Bukan acara gemerlap penuh warna
Bukan kejutan yang tak bermakna
Atau baju dan jam tangan yang mahal harganya

Sahabat,
Di moment spesialku ini, kau beri aku kado istimewa
Berupa untaian kata-kata sarat makna
Yang bisa ku reguk budi baik dan hikmahnya
Terukir bait suci doa-doa kepada yang Esa
Pengharapan yang terajut dalam kerja keras dan usaha
Agar selalu dalam lindungan-Nya
Bersamamu sahabatku tercinta

Terima kasih wahai Sahabat,
Hari ini beribu kado istimewamu sudah ku terima
Bingkisan yang tak hanya untuk dunia semata
Dengan sigap ku menerimanya
Dalam pagi buta berkabut embun bahagia

Terima kasih wahai Sahabat,
Hanya nyanyian ini yang terbingkis untukmu
Dalam kertas yang berdebu
Di hari ulang tahunku
Dan kini kebahagiaan dan air mata menyatu
Satu per satu terbang  melayang diangkasa
Menembus mega-mega melayang ke ujung cakrawala
                                                           
Barabai, 16 Juni 2013
                                                            Muhammad Hasir