Jumat, 23 Agustus 2013

My Books: Antara Percaya dan Tidak

 Buku Terbit


Judul : Antara Percaya dan Tidak
Pengarang : Radindra Rahman, dkk
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : vi + 121 hlm
Sinopsis
Di dunia ini banyak sekali yang tidak dapat di nalar, apalagi jika membicarakan tentang dunia ghaib dan mitos. Suatu kejadian yang tidak bisa diceritakan secara logika. Antara percaya dan tidak pada kejadian-kejadian tersebut.
Namun, apakah kita lantas menyepelekan hal-hal tersebut? Tentu banyak kisah di buku ini yang bisa memberikan pelajaran kepada kita. Jangan sampai apa yang tidak kita percaya malah balik menghadang kita.
Antara Percaya dan Tidak adalah buku yang memuat banyak realita dan kita tak boleh menu-tup mata untuk cerita-cerita di dalamnya.
Anda mau percaya atau tidak, itu terserah Anda. Namun, resiko juga ditanggung oleh Anda sendiri


***

      Malam itu tepat pukul 24.00 WITA, aku masih belum bisa memejamkan mata. Sementara suami dan anak perempuanku tertidur dengan pulasnya. Sudah beberapa malam aku merasakan keganjilan yang tidak biasanya dirumahku sendiri. Rumah yang sudah kami huni selama hampir 20 tahun.

Aku sontak bangkit ketika mendengar suara dari dapur, suara seperti orang yang sedang membuka tutup saji, kemudian langsung menutupnya dengan keras. Dalam keadaan gelap, kucoba mencoba memberanikan diri untuk menuju kamar sebelah, di sana tempat suamiku tidur. Karena semenjak putraku melanjutkan studinya di universitas, kamar itu kosong. Jadi, seringkali suamiku menempati kamar tersebut.
 (Radindra Rahman, dkk, AE Publishing: 2013)

Catatan: Kutipan di atas merupakan pembuka tulisan saya yang judul Suara dari Dapur dalam Kumpulan Cerita Horor dan Mitos "Antara Percaya dan Tidak" yang terdiri dari 40 penulis sebagai kontributor.



Rabu, 21 Agustus 2013

Puisi: Jelitaku



Jelitaku


Oleh: Muhammad Hasir


Sajak rindu tercipta untukmu wahai jelitaku
Bersama sang waktu ku terus menanti hadirmu
Agar ku bisa kembali menata rangkaian ibadahku
Menyapu noda hitam yang mengelabui hatiku

Jelitaku, izinkan aku menuju cahaya sucimu
Dalam hamparan permadani cinta-Nya
Mencium wangi aroma rahmat-Nya
Dan menyunting setangkai ampunan-Nya

Jelitaku, cantikmu berhias mutiara magfirah
Merajut iman dan taqwa sebagai kado terindah

(Barabai, Ramadhan 1434 H)

Selasa, 20 Agustus 2013

Puisi: Ramadhan Penuh Ampunan

Ramadhan Penuh Ampunan

Oleh: Muhammad Hasir

Ramadhan yang mulia
Tamu agung yang istimewa
Syahrut tarbiyah dari Allah yang Maha Kuasa
Segenap insan menyambut kedatangannya
Menjadikan diri berakhlak mulia
Bercermin dari pengalaman hidup sebelumnya
Dalam kalbu terpancar bias cahaya
Nuansa suci terhampar penuh rona

Ramadhan bulan yang penuh cinta
Syahrul jihad bagi umat manusia
Sucikan jiwa yang sempat terlena
Terbuai oleh hiruk-pikuk dunia
Berperang dengan kekuatan jiwa
Melawan nafsu angkara
yang bersemayam di dalam dada

Ramadhan bulan penuh pengampunan
Di ladang yang penuh magfirah
Disemai benih ahlakul karimah
Menghapus segala pandangan dosa
Menyadarkan diri dari kesilapan yang ada
Menepis semua khilaf dan nista
Membangkitkan kembali asa yang hampa
Kembali menuju lurus jalan-Nya

Ya Allah yang Maha Pengasih
Izinkan hambamu yang hina ini
Membasuh hati dengan percikan suci
Mengkilap kembali warna yang memudar
Melumpuhkan nafsu-nafsu hitam yang menjalar

Ya Allah yang Maha Penyayang
Hamba bersimpuh di hadapan-Mu
Menengadahkan ke dua tangan
Dengan deraian butir penyesalan
Memohon ridho dalam dekapan-Mu
Membentangkan sajadah keagungan-Mu
Bersujud dalam lantunan ayat sucimu
Berharap siraman deras ampunan-Mu
Menuju ke gerbang fitri
Dalam rangkaian taubat yang abadi